Amateur's Traveler

Love . Laugh . Life . Travel . Backpacker . Kuliner

Latest Posts
Sabtu malam yang begitu cerah. Langitnya bersih penuh dengan bintang. Hatipun seperti menari-nari girang tapi Saya selalu bisa menutupi rasa suka cita yang bergejolak tak karuan.
Hari yang Saya tunggu-tunggu beberapa jam lagi tiba. 

1 bulan sebelumnya..
Rekan kerja yang juga sahabat dekat Saya berencana ke Pulau Kelapan. Karena sebelumnya Saya sudah lebih dulu ikut Trip dan pamer foto-foto kece yang saya abadikan di Pulau itu bersama rombongan. 
Mereka sangat antusias untuk ikut trip ke Pulau. Yang ada di fikiran Saya saat itu, ini kesempatan emas untuk menularkan hobi saya ke temen kantor. Maklum sejak selesai kuliah, Sahabat trip diperkuliahan sekarang susah sekali buat diajak jalan karena kesibukan kita yang sekarang tidak bisa ditinggalkan. 

Sabtu malam..
Jam 21.00 
Saya, Dora, Bang Yoyot, Mas Sigit, Endi, Rico menikmati kopi hangat khas tempo doeloe di Warung Kopi TungTau sambil menata rencana sebaik mungkin.
Kami berencana akan menginap di rumah Mas Sigit, seorang teman yang dikenalkan oleh kakak kelas Saya.

Jam 23.00
Kami jemput Hermawan dan Hendri di kantor.
Sedangkan Endi berpisah karena dia akan menginap di rumah salah satu rekan kami. Sedangkan rombongan lain menginap di rumah mas Sigit karena kami harus bangun dini hari untuk pergi ke Toboali.

Jam 03.00, 17 April 2016
Kami sudah bangun pagi. Buatkan teh dan siapkan sarapan untuk pria-pria yang katanya ngga bisa bangun pagi. Karena kondisi mereka harus fit. Perjalanan ke Toboali kurang lebih 3 jam dan dini hari rawan ngantuk.
Kami mengendari 2 mobil. 1 Minibus dan 1 Pick Up. Total yang ikut trip 12 orang 
Saya, Dora, Endi, Hermawan, Rico, Hendri, Yulita, Ria, Firdi, Bang Farli, Bang Yoyot dan Mas Sigit
Menikmati pekatnya aroma subuh sepanjang jalan Koba.  

Jam 05.00 
Berhenti sejenak untuk menunaikan kewajiban Sholat Subuh di salah satu masjid di bundaran Koba lalu melanjutkan perjalanan menuju Toboali
Saya sangat menikmati perjalanan ini sambil berdoa dalam hati semoga Allah menciptakan langit yang cerah agar Saya bisa menceritakan pada Sahabat indahnya apa yang telah Saya lihat kemarin.
Tidak lengkap rasanya apa yang Saya lihat bulan lalu tidak dilihat mereka seperti yang saya ceritakan.
Langit berwarna jingga dari kejauhan memancarkan sinarnya menyambut kedatangan kami. Dia sedang cantik-cantiknya.

Pemandangan sepanjang jalan Toboali
Jam 07.00
Tiba di Pelabuhan Sadai.
Pelabuhan ini mengingatkan Saya pada senyum sendu seseorang 1 bulan lalu and it smells like homesick.
Udaranya masih seperti kemarin..

Jam 07.30
3 Guide tampan tiba di Pelabuhan. Wajah-wajah sumringah menyambut kedatangan mereka. Akhirnya perjalanan panjang kita di mulai.
Trip kali ini ternyata Trip Bangka diliput langsung oleh Net TV yg disupport Pemkab Bangka Selatan.
menggunakan speed boat untuk menjangkau Pulau Kelapan kurang lebih 1 jam perjalanan.
Awalnya kami masih kebingungan ini bakal jadi perjalanan yang seru ngga yah..

Mengabadikan foto bersama Crew Net TV dan Trip bangka
Tiba di Pulau Kelapan jam 09.00, matahari mulai terik. Kawan-kawan bersiap dengan alat snorkeling dan pelampung. 
Spot snorkeling yang sebelumnya sudah pernah Saya kunjungi.

I wanna find you Nemo ... (Pulau Kelapan)
kekayaan bawah laut Pulau Kelapan
Kurang lebih 1 jam snorkeling di Pulau Kelapan. Saya dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Pulau selanjutnya. Bang Dimas,Guide dari Trip Bangka bilang kapal melaju menuju Pulau Lepar. Tepatnya Ke Tanjung Labu. 
yang Saya rasakan saat itu.. Seperti bertubi-tubi dikasih kejutan super duper happy. Ekspektasi perjalanan yang luar biasa realitanya.
wooopppsss !!! Akhirnya kesampean juga Ke Pulau Impian dibagian Selatan Pulau Bangka. Awesome


Pelabuhan Pulau Tanjung Labu

Sampai di dermaga Tanjung Labu, disambut hangat masyarakat lokal dengan sajian kuliner seafood rumahan dan suasana istimewa yang tak dapat dijumpai di restaurant bintang lima. Angin yang bertiup membuat teduh suasana makan siang kali ini meskipun panas matahari membakar pasir putih di sepanjang pesisir pantai. Canda tawa melengkapi cerita kami siang itu. 

Pukul 11.00 
Selesai makan siang kami melanjutkan untuk snorkeling spot selanjutnya yang tak jauh dari Pesisir Pantai. Hanya saja kami dibawa menggunakan perahu kecil agar segera sampai ke spot.
Dan pemandangan bawah lautnya tak kalah cantik ..



Aku cantik kan ? eh Karangnya cantik kan ?
Pukul 16.00
Tiba kembali di Pelabuhan Sadai Toboali.
Sebelum berpisah dengan rombongan lain yang selama beberapa jam ikut trip bareng, kami sempatkan untuk mengabadikan moment ini. lelah yang menyenangkan meskipun warna kulit jadi merah merona. Bahagia ini priceless.



Cerita di Toboali belum selesai. Masih ada cerita yang akan dibuat di sini. Semoga alamnya tetap indah, yang datang hanya membawa pulang foto, tidak merusak karangnya, tidak mengotori lautnya. 
Terima kasih Kejutan-kejutan di setiap perjalanan Trip Bangka. Sampai bertemu di Trip selanjutnya.

Salam
Monica

Jumat 18 Maret 2016

Notif di Path Talk masuk 1 pesan. Selang beberapa menit masuk 1 pesan lagi. Ko Ahon (read: Ko panggilan untuk Koko nama lain dari kakak laki-laki untuk keturunan Tiongoa) dan Yuk Oja (read: Ayuk/Kakak perempuan untuk Melayu Bangka)2 Travelmate yang Saya kenal dari seorang Sahabat Saya di kampus, Arie.
Pesan yang tiba-tiba membuat semangat Saya terpacu pagi itu.
"Pagi bu.. Open trip ke Kelapan hari minggu ini. Mau ikut ngga?"  

Kelapan ? Terdengar aneh tapi Saya sudah membayangkan sesuatu yang pasti sangat menyenangkan.
Sadai ? menggiurkan ? Chat Ko Ahon seketika merusak konsentrasi kerja pagi itu.
Buru-buru ke WC, Saya cerna kembali chat ko Ahon biar lebih tenang.
Pertanyaan bertubi-tubi berapa hari ? jauh ngga ? yang pergi siapa aja? Cost nya berapa?
Chat ngga cuma aktif di path talk. Segera mungkin Saya langsung open multiple chat ke temen-temen ngetrip biasanya. Amateur's Traveler sahabat kampus Saya yang ditakdirkan untuk jalan sama-sama explore Pulau Bangka.
Oke .. Promosi Pulau Kelapan ke mereka kali ini di Tolak karena ternyata mereka sudah ada rencana ke Air Terjun.
Tanpa pikir panjang walau negosiasi begitu alot akhirnya Saya memilih untuk ngetrip ke Pulau Kelapan. Berpisah sementara waktu dengan sahabat saya yg ngetrip ke Air terjun.

Sabtu 19 Maret 2016 17:56
Bingung apa aja yang harus dibawa ke Pulau.

Minggu 20 Maret 2016
02:06 (dini hari)
Tidur mulai tidak tenang.
Alarm di setting 10 menit sekali.
Tidur lagi
Bangun jam 03.00 
Ce Vero (read : "ce" panggilan untuk Kakak perempuan untuk keturunan Tionghoa) chat di Whatsapp 
Jam 03.50 Saya dan teman-teman mulai jalan dari kostan menuju ke kediaman Ko Ahon.
04.10
Perjalanan di mulai. jalanan masih terlihat lengang. sepi, kabut dan dingin. 2 kendaraan melaju sedikit cepat sepanjang jalan melalu pesisir pantai di Koba. Dari Pangkalpinang menuju ke Koba ada 8 orang yang di bagi di 2 kendaraan. Sampai di Koba masih ada 1 personil yang kami Jemput, Bang Arul.
05.00 Perjalanan dari Koba menuju Toboali
Sepanjang perjalanan kami di sambut indahnya Sunrise dari langit yang kemerah-merahan.
menuju pagi...

Pagi yang Cerah, Toboali.
Kota Bagian selatan Pulau Bangka. yang akhir-akhir ini terkenal dengan wisata baharinya.
Sejauh yang Saya kenal hanya sebatas terasi, makanan khas berbahan dasar udang kecil.
Perjalanan kami kali ini menggunakan jasa @Tripbangka
Meeting Point jam 08.00 di Pelabuhan Sadai,Toboali
Anda cukup merogoh kocek Rp 270.000/orang min 12 orang sekali perjalanan menuju Pulau Kelapan. Atau Rp 300.000/orang min 10 orang sekali perjalanan. 
Fasilitas yang Saya dapat di perjalanan kemarin Kapal,Foto underwater, Alat snorkeling, Pelampung, Makan Siang dan Snack. 
Dan perjalanan pun dimulai...
Kapal tongkang yang kami tumpangi mulai berlayar. Kami harus sedikit menginggikan suara ketika ngobrol disana karena suara mesin kapal yang yang sedikit berisik.
Lama perjalanan Kami di kapal kurang lebih 2 jam.
Saya rasa tidak begitu lama karena pemandangan yang disuguhkan sepanjang perjalanan tidak akan pernah membuat mata bosan untuk terus menatap ke depan.



Sepanjang Pesisir laut Saya melihat beberapa gugusan pulau kecil seperti Pulau Lepar, Pulau Burung, Pulau Tinggi dan ada banyak pulau lagi yang saya juga kurang tahu hehehe maklumlah first time menjelajah Laut bagian selatan Bangka.



Matahari terik-teriknya menyinari Hari minggu kami di laut Pulau Kelapan. Jangan lupa persiapan Sunblock ya menghindari paparan sinar matahari secara langsung biar ngga gosong.

Walau pada akhirnya semua akan gosong pada waktunya. Perih .. Perih ..
Kapal yang membawa kami ke Pulau Kelapan




Oke Saya perkenalkan satu-persatu travelmate saya kali ini. Mulai dari Kiri yang Pose "peace" itu Ko Ahon, Riski, Bang Arul, Bang Subhan, Ko Hadi, Ce Veronika, Yuk Oja, Ce Vero,

Kiri yang di bawah Bang Dimas (guide dari Tripbangka), Akbar dan Yuk Santi.
Beberapa dari mereka baru Saya kenal di perjalanan kemarin.


Tiba di spot snorkeling, Pemandu memberitahu rule nya.

dari mulai cara pemakaian alat snorkel, pengetahuan nama terumbu karang beserta spesies ikan sampai keamanan diri sendiri saat berada di laut.
Kalian tau rasanya terjun bebas dari kapal ke laut ditengah teriknya matahari ?
Yang saya bayangkan pertama kali pasti hitam hahaha


Saya melepas semua kepenatan berenang bebas, lepas..

Kamu tahun Tuhan menciptakan segalanya begitu sempurna.
Alam yang indah penuh warna.
Nikmati pesonanya dan jaga alamnya.

Terumbu karang tidak boleh di sentuh apalagi diinjak. 1 sentuhan saja bisa membunuh terumbu karang.
Disana bisa melihat Acropora, Anemone, Montipora, euphyllia, dll.
Pertumbuhan karang acropora hanya 15cm pertahun. 

acropora dan montipora


Anemone dan Clownfish


Tepat jam 12.00 kami berhenti sejenak untuk istirahat makan siang. Kapal melaju kembali untuk mampir ke pesesir pantai. Beberapa Pulau tidak bisa kami singgahi karena pesisirnya yang dikelilingi karang takut kapal karam. Alhasil kami menikmati santap siang diatas kapal. Mesin kapal dimatikan dan kami menikmati makan siang kami penuh syukur. 

Jam 13.00
Melanjutkan ke spot selanjutnya yang Saya lupa apa nama spot snorkeling terakhir.

Mampir ke Pulau Burung 15.00
Saya menemukan bintang laut di sini. Tersenyum bahagia pegang ini binatang laut, aslinya geli minta ampun pengen lepas cepet-cepet.


Mercusuar yang ada di Pulau Burung Bangka Selatan
sumber : Tripbangka
Satu lagi saran perhatikan kondisi laut ketika asik berada di pulau. Jangan sampai kapal karam karena air laut mulai surut.

Tiba di pelabuhan Sadai kembali tepat pukul 18:00. Perjalanan Tour Pulau Kelapan Selesai.
Makan malam bersama di Toboali lalu kami prepare untuk pulang kembali ke Pangkalpinang menempuh perjalanan kurang lebih 2.5 jam sampai 3 jam. Perjalanan selesai

Jangan Lupa Bahagia :)

Salah satu pengalaman ngetrip yang tak akan terlupakan.
Terima kasih @Tripbangka for guiding us.
You can follow @Tripbangka @Bangkaunderwater (Instagram)
Tripbangka (Facebook)

Let's Visit Bangka !!


Berawal dari obrolan ringan jam istirahat kantor Saya dan beberapa rekan kerja merencanakan untuk liburan bersama.
Awalnya kami bingung akan merencanakan pergi kemana. Lalu melihat ke kalender yang ada di meja kebetulan tanggal 8 Februari adalah tanggal libur nasional Tahun Baru Imlek. Check tiket pesawat online kebetulan dapet harga sekitar tiga ratus ribuan. Hanya saja tidak langsung kamii book tiketnya karena personil yang akan pergi masih meragukan.

H-3 
Fix booking tiket pesawat Pangkalpinang tujuan Belitung.
alhamdulillah rezeki dapet tiket pesawat murah cuma Rp 240.000,00 pergi dan pulang dengan harga yang sama. okay liburan kita jadi.

Sabtu 6 Februari 2016
Hari ini kami masih harus masuk kerja karena Sabtu dikantor saya tidak ada libur.
Hanya saja kami dikasih dispensasi setengah hari sebelum jam keberangkatan 14.00

jam 12:30
Bandara Depati Amir
Mereka adalah rekan kerja saya di kantor. PT. Istana Agung Babel
Dora, Hermawan, Rico, Endi bersama teman wanitanya
Liburan kali ini bisa dikatakan mendadak karena mainset kami kalau direncanakan pasti tidak akan jadi.


15:30 Arrived Safely di Bandara H.A.S.Hanandjoeddin, Belitung


Sampai di Belitung kami sudah di sambut driver rental mobil yang sudah kami hubungi sebelumnya. untuk para pelancong yang berencana ke belitung usahakan untuk mempersiapkan segala sesuatu termasuk transportasi. Di Belitung akan sangat sulit angkutan umum apalagi kalau malam. Hanya dijalan-jalan tertentu saja.
Rental mobil di hari biasa biayanya sekitar Rp 250.000,00 - Rp 300.000,00 perhari. tidak termasuk harga di hari besar/ hari libur panjang biasanya sekitar Rp 350.000,00.
Disana juga ada sewa motor perhari bisa merogoh kocek sekitar Rp 50.000,00 - Rp 75.000,00 Perhari.
Untuk masalah penginapan jangan khawatir, di Belitung banyak penginapan dengan harga yang sangat terjangkau. Mulai dari Rp 150.000,00 - Rp 250.000,00. Fasilitas untuk harga paling murahpun sudah ada AC dan Kamar Mandi di dalam, Tempat Tidur ukuran 2 dan untuk penambahan extra bed bisa sekitar Rp 60.000,00
terjangkau bukan?
Saya dan sahabat menginap di Hotel mustika tepatnya di Jl. Sudirman Pangkal Lalang, Tanjung Pandan. sewa kamar permalam Rp 180.000,00. Dalam 1 kamar kami bertiga wanita dan 1 kamar lagi untuk 3 laki-laki.
Istirahat di hotel.
Sabtu malam kami nikmati jalan-jalan keliling kota Tanjung Pandan dan duduk di pinggir pantai Tanjung Pendam. Di Belitung kalau malam hari Suasana malam ramai di Pantai karena di fasilitasi dengan cafe-cafe dan live music.
jam 22.00 kami kembali ke hotel. Istirahat untuk perjalanan besok siang.

Minggu 7 Februari 2016
Hari yang cerah. Perjalanan kami pagi hari ini masih di seputaran Kota TanjungPandan karena jam 13.00 kami masih harus jemput 1 orang teman yang menyusul ke Belitung dari Pangkalpinang.
Danau Kaolin
Pesisir Tanjung Pendam
Jam 12.00
Pemandangan indah di Warkop dan Seafood Sari Dini
Setelah menjemput salah satu sahabat kami. Tujuan pertama perjalanan kami adalah makan siang tentunya. Panggilan alam perut mulai lapar segera lah yang punya badan untuk menunaikan kewajibannya.
Makan siang di Warung Kopi dan Seafood Sari Dini di manggar.

Lanjutkan perjalanan ke Museum Kata Andrea Hirata. di Dalamnya banyak sekali galeri-galeri buku bacaan, pernak pernik jadul, frame laskar pelangi, juga warung kopi seperti warung kopi tempo dulu.

Berpose di depan pintu masuk Museum Kata Andrea Hirata
Setelah puas melihat-lihat galery kami lanjutkan perjalan ke SD Muhammadiyah Gantong, Belitung Timur.
Selama ini cuma liat di TV dan dengar cerita orang. akhirnya bisa mengabadikan momen di sini. hahahha...

Cuaca tidak mendukung hari itu. Hujan lebat mengguyur kota TanjungPandan. Hujan yang merata.
Di hotel Mustika kami hanya sampai Senin pagi. Lalu Senin pagi kami pindah ke Grand Pondok Impian II. Kami order cottage fasilitas Sofa, Bed no. 1, bathup, shower, TV, Kulkas, Ac dan sarapan untuk 2 orang. Biaya yang dikeluarkan permalam lumayan murah kurang lebih sekitar Rp 350.000,00. Dan sangat RECOMENDED ! Noted
Karena kami bertujuh kami hanya sewa 1 cottage dan order extrabed. cewe-cewe di kasur berempat. dan Cowo-cowo di sofa dan extra bed.
Kami adalah backpacker mewah #ups

Suasana di Grand Pondok Impian II
Senin 8 Februari 2016
Dari subuh hari sampai pagi hujan lebat mengguyur Kota Tanjungpandan.
Harap-harap cemas padahal agenda Hari ini adalah wisata ke Pulau Lengkuas. Jam menunjukkan pukul 10.00, hujan tak kunjung reda. Nelayan yang sudah kami booking kapal sbeelumnya membatalkan untuk nyebrang ke Lengkuas dikarenakan angin dan gelombang yang tak kunjung mendukung. Akhirnya kami mengganti wisata kami keliling ke pantai Tanjung Tinggi. Air Laut tidak seperti biasanya, keruh dan anginnya kencang, gelombangnya besar. Pantainya tidak seperti ekspektasi. Saran Saya jangan ke Pantai atau Pulau di bulan-bulan Oktober sampai Maret berpotensi kekecewaan seumur hidup. 



Setelah jalan di Tanjung Tinggi kami melanjutkan perjalanan ke wisata Air Terjun Batu Mentas yang ada di Kecamatan Badau sekitar 30 KM dari kota Tanjung Pandan.
Lumayan lah untuk mengobati sakit hati karena gagal planning.
Biaya masuk ke Wisata batu Mentas Rp 10.000,00 /orang
di Pos nanti kalian akan ditawarkan paket Guide untuk rombongan skala besar. Hanya saja Saya lupa biayanya. 
Saya dan teman-teman memutuskan untuk tidak pakai Guide dan hanya sewa Ban Rp 20.000/orang. Karena budget yang mulai menipis.
Happy Face for Happy Moment 

Kami pulang tepat pukul 17.00 dari Batu Mentas dan sampai di penginapan menjelang Malam.
Sedikit Share management keuangan saat di Belitung kemarin. kiblat traveling kami sepertinya lebih ke backpacker karena segala sesuatu sudah kami perhitungkan. Mulai dari tiket PP pesawat perkepala Rp 500.000. Uang makan untuk sarapan pagi Rp10.000,00 x 3 hari, Makan siang Rp 25.000,00 x 3 hari dan makan malam Rp 25.000,00 x 3 hari.
Biaya Rental Mobil 3 hari Rp 900.000,00 dibagi orang 7.
Hanya saja tetap siapkan uang tak terduga yang mungkin saja bisa dibutuhkan sewaktu-waktu misalnya pengen makan enak tapi harganya mahal. hahaha ..

Selasa 9 Februari 2016
Hari teakhir di Belitung. Berkemas dari cottage jm 09.00 kami masih harus keliling untuk cari oleh-oleh dan sarapan pagi diluar.
Seperti biasa cuaca diluar hujan gerimis. 
Kami mengunjungi Rumah Adat Belitung yang beralamat di Lesung Batang TanjungPandan. 
Disana ada artefak seni, kebudayaan, baju adat, dan ciri khas dari Belitung. Menyenangkan bisa mengenal adat Belitung.


15.30 Bandara H.A.S.Hanandjoeddin, Belitung
Kami siap untuk pulang. Walau pun sedikit kecewa tapi karena perginya dengan partner in crime segala sesuatu menyenangkan 4 hari 3 malam yang berkesan. Penuh cerita,tawa dan canda. Semoga kita bisa liburan ke tempat lain sama-sama lagi. Love you My Partner in Crime
Dan Terima Kasih untuk Maryanti, Nono dan Adjie yang sudah menjadi Tour Guide gratisan kami selama di Belitung. Akan kami kenang jasa-jasamu.  















Minggu pagi jam 07.00 Bang Santo biasa kami memanggilnya,teman sekelas kuliah sudah parkir motor di teras belakang rumah siapa yang menyangka beliau datang tiba-tiba. Ari, Dedi dan Heri yang sejak Sabtu malam sudah menginap di rumah karena begadang mengerjakan skripsi pun baru bangun. Seperti biasa tiada hari Minggu yang kami lewati tanpa ide dadakan konyol. Mengenakan celana pendek dan baju kaos saya sudah siap dengan tas berisi jaket,powerbank dan beberapa peralatan lain. Seperti biasa tujuan ke Pantai.
Awalnya bingung akan pergi ke pantai mana. karena sudah bosan ke pantai yang itu-itu saja. Sahabat saya Arie yang sudah biasa berpetualang memberi ide ke Pantai Tuing,Pantai yang letaknya berada di Desa Mapur, Belinyu. Jaraknya kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan. Karena Kondisi jalan yang kecil dan agak rusak.
Tidak mudah untuk mencapai Pantai Punggur, kamu harus rela melewati beberapa desa dengan kondisi jalan yang tak selalu mulus, kalau mataharinya lagi terik kamu harus siap berpanas-panasan sedikit gosong karena sepanjang jalan 15 menit terakhir menuju pantai akan sangat gersang dan berdebu,kalaupun hujan tidak ada pondokan untuk berteduh dan sangat hati-hati karena kondisi jalan berlubang.

Pantai Punggur Desa Tuing, Mapur
Tidak mudah untuk mendapatkan pemandangan indah nan tenang seperti ini. sedikit butuh pengorbanan, berkorban sepeda motormu sedikit bunyi-bunyi setelah pulang dari sini hahaha..

Kami tiba jam 10.30 dengan bekal nasi padang yang kami beli di Desa Deniang. Nasi padang memang idola. Mau ke pelosok manapun pasti mudah ditemui.


Beautiful view from other side
Makan siang bersama adventurers
Selesai makan siang,sekitar 15 menit kemudian tepat jam 11.30 jalan pelan ke tengah pantai mulai banyak terlihat terumbu karang. Menggunakan alat snorkling seadanya bisa dikatakan cuma kacamata renang untuk di kolam kami sangat menikmati alam bawah Laut Deniang. Panas terik matahari tepat di atas kepala tak mengecilkan semangat kami untuk berenang dan mengabadikan moment yang tak akan terulang untuk kesekian kalinya.

Memang beberapa coral di Pantai ini ada yang sudah mati, namun beberapa ada yang masih hidup dan mereka memiliki warna yang indah dengan bentuk yang beragam.
Namun jangan salah. Terumbu Karang hanya untuk di lihat bukan untuk disentuh !!!!
For Your Information - Klik here ! 




Perkenalkan mereka adalah sahabat-sahabat saya memang tak begitu tampan tapi mereka luar biasa baik hahaha

Pukul 14.30 bersiap-siap pulang. Seperti biasa sampah bekal dan snack yang kami bawa tadi kami kumpulkan sampahnya dan di bawa pulang. kami tinggalkan Pantai Punggur seperti sediakala asri dan bersih tanpa penghuni. Semoga pelancong lain yang berkunjung nanti turut menjaga alam, di Pantai Punggur.